BINER FOR MOBILE PHONE

SMS Submit PDU

SMS SUbmit PDU (Mobile Originated)

SMS Deliver PDU ialah terminal mengirim pesan ke SMSC (lihat topik Teknologi SMS) dalam format PDU.

Skema format SMS Deliver PDU adalah :

| SCA | PDU Type | MR | DA | PID | DCS | VP | UDL | UD |

1. SCA (Service Center Address)
SCA memiliki 3 komponen utama, yaitu:

a. Len (Length) yaitu panjang informasi SMSC dalam oktet

b. Type of Number sebagai type address dari SMSC
nilai 81h untuk format lokal
nilai 91h untuk format internasional

c. BSC Digits berupa nomor SMSC. Jika panjangnya ganjil, pada akhir karakter ditambahkan “F” hekasdesimal.

Contoh:
SCA bernilai 00. maka,
Len = 00,
Type of Number = 0 bila Len = 0
BSC Digits = 0 bila Len = 0
Hal ini terjadi dikarena SMSC yang digunakan adalah SMSC yang terdapat pada SIM Card berdasarkan perintah “AT+CSCA”

Berikut contoh penulisan nomor SMSC untuk masing-masing operator


.—————————————————.
|—Operator—|Nomor SMSC | —– Format PDU —– |
|————–|———–|————————|
|Satelindo—->|—62816124|05 91 26 18 16 42 — — |
|Excelcomindo->|62818445009|07 91 26 18 48 54 00 F9 |
|Telkomsel—->|-6281100000|06 91 26 18 01 00 00 — |
|IM3———->|62855000000|05 91 26 58 05 00 00 F0 |
‘—————————————————‘

Pada IM3 Nomor SMSC 62855000000 bernilai ganjil, maka mendapat tambahan F menjadi 62855000000F

Setelah itu dilakukan perpindahan tempat setiap 2 digit untuk mengubah Nomor SMSC ke Format PDU (swapped nibble presentation) dari 62 85 50 00 00 0F menjadi 26 58 05 00 00 F0

Begitu juga halnya pada Nomor SMSC Excelcomindo.

2. PDU Type (Protocol Data Unit Type)
Format PDU Type adalah

.——————————————–.
| RP | UDHI | SRR | VPF | VPF | RD |MTI |MTI |
|——————————————–|
|bit7| bit6 |bit 5|bit 4|bit 3|bit2|bit1|bit0|
‘——————————————–‘

Nilai default dari PDU untuk SMS-Deliver adalah 04 hekasdesimal, akan tetapi pada PDU Type diubah ke biner menjadi 00000100, dimana nilai “1” berada pada biner ke 2 yaitu MMS.

Contoh:
PDU Type bernilai 11 hekasdesimal = 00010001 biner.
Nilai “1” berada pada biner 1 (MTI) dan 4(VPF).

3. (MR) Message Reference
Adalah referensi pesan

4. (DA) Destination Address
DA memiliki 3 komponen utama, yaitu:

a. Len (length) yaitu panjang nomor Destination Address
Format DA pada PDU dengan default = 14 dan bertype lokal
Format DA pada PDU = 0C bila nomor OA berawalan “+” dan bertype internasional

b. Type of Number sebagai type address dari Destination Address
nilai 81h untuk format lokal
nilai 91h untuk format internasional

c. BSC Digits berupa nomor DA. Jika panjangnya ganjil, pada akhir karakter ditambahkan “F” hekasdesimal.

Contoh:
Bila Nomor DA = ABCDEFGHIJKLMNOPQRST, maka
Len = 14
Type of Number = 81 (lokal)
BSC Digits = BA DC FE HG JI LK NM PO RQ TS

Bila Nomor DA = +ABCDEFGHIJKL, maka
Len = 0C
Type of Number = 91 (internasional)
BSC Digits = BA DC FE HG JI LK

Bila Nomor DA dalam format PDU = 0C91261885980482, Maka
Len = OC
Type of Number = 91 (internasional)
BSC Digits = 26 18 85 98 04 82
Nomor DA sebenar adalah +628158894028, yaitu nomor yang mengirim SMS ke penerima.
Tanda +62 merupakan asal negara dimana 62 adalah negara Indonesia, sedangkan 8158894028 merupakan nomor Handphone yang ditambah prefiks “0” (nol) menjadi 08158894028.

5. PID (Protocol Identifier)
Nilai default dari PID ialah 00 = “Standard-Text-SMS”

6. DCS (Data Coding Scheme)
DCS dapat menentukan message class

.———————————————————.
|Nil | – Character- | _____________ Message _____________ |
|Hexa| — Coding — | ______________ Class ______________ |
|———————————————————|
| 00 |default(7 bit)|no class ___________________________ |
| F0 |default(7 bit)|class 0(immediate display) _________ |
| F1 |default(7 bit)|class 1(Mobile Equipment-specific) _ |
| F2 |default(7 bit)|class 2(SIM specific message) ______ |
| F3 |default(7 bit)|class 3(Terminate Equipment-specific)|
| F4 | __ 8 bit ___ |class 0(immediate display) _________ |
| F5 | __ 8 bit ___ |class 1(Mobile Equipment-specific) _ |
| F6 | __ 8 bit ___ |class 2(SIM specific message) ______ |
| F7 | __ 8 bit ___ |class 3(Terminate Equipment-specific)|
‘———————————————————‘

Hal yang perlu diperhatikan, pada beberapa handphone message dengan class 0 dengan enkoding 7 bit berupa flash SMS

Sedangkan dengan enkoding 16 bit Unicode (ucs2), message yang didahului “0001” dengan class 0 berupa blinking flash SMS.

7. VP (Validity Period)
Berupa validasi batas pengiriman pesan. Bila pada batas waktu yang telah ditentukan pesan tidak juga sampai ke tujuan, maka pesan akan di usangkan oleh SMSC

.———————————————————-.
|Nilai VP | __________ Nilai Validitas Periode ___________ |
|———|————————————————|
| 0 – 143 | (VP+1)*5 menit (interval 5 menit hingga 12 jam)|
|144 – 167| 12 jam + ((TP-VP)*30 menit) __________________ |
|168 – 196| ( VP – 166 ) * 1 hari ________________________ |
|197 – 255| ( VP – 192 ) * 1 minggu ______________________ |
‘———————————————————-‘

Contoh :
Pada format PDU VP bernilai AA heksadesimal, maka
AA heksadesimal = 170. 170 – 166 = 4 hari

8. UDL (User Data Length)
UDL menunjukkan panjang User Data.

Contoh :
bila data yang diterima adalah “kirim sms”, maka panjang data adalah 9 desimal pada format PDU menjadi 09 hekasdesimal.

9. User Data
Data berupa isi sms yang diterima. Pada PDU bernilai hekasdesimal diubah ke biner (berbasis 8 digit / oktet) dimana penulisan tiap biner oktet berikutnya di sebelah kiri biner oktet sebelumnya lalu tiap karakter diambil 7 digit (septet) dari kanan ke kiri pada konversi biner.

Berikut tabel karakter dari 7 binari digit (Alphabet Standard GSM 03.38).

Alphabet Standard GSM 03.38Tanda b1,b2,b3,b4 pada tabel merupakan perwakilan biner septet(7 digit) dari bit ke 1,2,3,4 dimana nilai tiap bit tertera pada baris-baris di bawahnya.

Tanda b5,b6,b7 pada tabel merupakan perwakilan biner septet (7 digit) dari bit ke 5,6,7 dimana nilai tiap bit tertera pada kolom-kolom di sebelah kanannya.

Karakter yang dihasilkan dari oktet adalah gabungan dari baris bit 1,2,3,4 dengan kolom bit 5,6,7 yang membentuk koordinat mengacu pada 1 kolom.

Contoh :

UD pada format PDU adalah “EBB43CDD06CDDB73” berupa heksadesimal.

Nilai – nilai tiap 2 karakter heksadesimal diubah ke biner 8 digit dimulai dari yang paling kiri menjadi biner yang paling kanan.

2 karakter heksadesimal itu adalah EBh B4h 3Ch DDh 06h CDh DBh 73h

Peletakkannya ke biner menjadi 73h DBh CDh 06h DDh 3Ch B4h EBh

Untuk lebih mudah diubah ke format desimal menjadi 115 219 205 006 221 060 180 235

Lalu diubah ke biner 8 digit :
115= 01110011
219= 11011011
205= 11001101
006= 00000110
221= 11011101
060= 00111100
180= 10110100
235= 11101011

Penulisannya menjadi :
01110011 11011011 11001101 00000110 11011101 00111100 10110100 11101011

Dilakukan penggabungan biner lalu dipisah tiap – tiap 7 digit dimulai dari yang paling kanan ke kiri menjadi :
1110011 1101101 1110011 0100000 1101101 1101001 1110010 1101001 1101011

Lalu mengubah tiap 7 digit menjadi 1 karakter berdasarkan tabel, menjadi:
“s” “m” “s” ” ” “m” “i” “r” “i” “k” = “sms mirik”

Kemudian data dibaca dari kanan ke kiri menjadi “kirim sms”

UD dapat ditulis sebanyak 140 oktet yaitu 140×8/7 = 160 Karakter sms.

Review

Berdasarkan dari penjelasan format SMS deliver PDU diatas, maka bila PDU bernilai “0011000C912618859804820000AA09EBB43CDD06CDDB73”
adalah:

00 – 11 – 00 – 0C 91 261885980482 – 00 – 00 – AA – 09 – EBB43CDD06CDDB73

yaitu :

Pengiriman sms dengan menggunakan SMSC yang terdapat pada SIM Card ke nomor handphone +628158894028 dengan Id protokol = “Standad-Text-SMS” tanpa Message Class bervalidasi waktu 4 hari sebanyak 9 karakter dengan isi sms adalah “kirim sms”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s