PENGUAT KELAS E, KELAS T, DAN KELAS G

PENGUAT KELAS E

Penguat kelas E pertama  kali  dipublikasikan oleh pasangan ayah dan anak Nathan D dan Alan D  Sokal tahun  1972. Dengan struktur  yang mirip seperti penguat kelas C, penguat kelas E memerlukan rangkaian resonansi L/C  dengan transistor yang  hanya  bekerja  kurang  dari setengah duty  cycle. Bedanya, transistor kelas C  bekerja  di daerah aktif (linier). Sedangkan pada  penguat kelas E, transistor bekerja  sebagai switching  transistor seperti pada  penguat kelas D.  Biasanya transistor yang  digunakan adalah transistor jenis  FET. Karena  menggunakan transistor jenis FET (MOSFET/CMOS), penguat ini menjadi efisien dan cocok untuk aplikasi yang memerlukan drive
arus yang besar namun dengan arus input yang sangat kecil. Bahkan dengan level arus dan tegangan.

Logik pun sudah  bisa membuat transitor  switching  tersebut   bekerja. Karena  dikenal efisien dan dapat dibuat dalam satu chip IC  serta  dengan disipasi panas yang  relatif kecil, penguat kelas E banyak diaplikasikan pada  peralatan transmisi mobile semisal telepon genggam. Di sini  antena adalah bagian dari rangkaian resonansinya.

PENGUAT KELAS T

Penguat kelas T  bisa jadi disebut sebagai penguat digital. Tripath Technology  membuat desain digital amplifier  dengan metode  yang  mereka  namakan Digital Power Processing  (DPP). Mungkin terinspirasi   dari PA  kelas D, rangkaian  akhirnya  menggunakan konsep modulasi PWM dengan switching transistor serta filter. Pada penguat kelas D, proses dibelakangnnya adalah proses analog. Sedangkan pada  penguat kelas T, proses  sebelumnya  adalah manipulasi bit-bit  digital. Di dalamnya  ada  audio prosesor dengan  proses umpanbalik yang  juga  digital untuk koreksi timing
delay dan phase.

PENGUAT KELAS G

Kelas G tergolong penguat analog yang tujuannya untuk memperbaiki efesiensi dari penguat kelas B/AB. Pada  kelas  B/AB, tegangan supply  hanya  ada  satu pasang yang  sering dinotasikan sebagai +VCC  dan –VEE  misalnya  +12V  dan –12V  (atau ditulis dengan +/-12volt). Pada  penguat kelas G, tegangan supply-nya dibuat bertingkat. Terutama untuk aplikasi yang membutuhkan power dengan tegangan yang tinggi, agar efisien tegangan supplynya ada 2 atau 3 pasang yang berbeda.Misalnya ada tegangan supply +/-70 volt, +/-50 volt dan +/-20 volt. Konsep ranagkaian PA kelas G seperti pada  gambar 1 di atas. Sebagai contoh, untuk alunan suara  yang  lembut dan rendah, yang  aktif adalah pasangan tegangan supply +/-20 volt. Kemudian jika diperlukan untuk men-drive suara yang keras, tegangan supply dapat di-switch ke pasangan tegangan supply maksimum +/-70 volt.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s